Archive for September, 2006

marhabaN yA ramadhaN

Friday, September 22nd, 2006

Insya Allah, bedug magrib nanti membawa kita memasuki bulan nan suci. Bulan yang penuh berkah, bulan yang paling dinantikan oleh umat Islam sedunia.

Bulan Ramadhan selalu pula menghadirkan kenanganku akan (almarhum) ayah. Walo beliau telah berpulang lima tahun yang lalu, namun kenangan akan dirinya selalu hadir.

Semasa hidupnya, ayah selalu mengimam-i aku bersama penduduk di lingkungan kami, melaksanakan sholat tarawih dan sholat lima waktu. Di masjid kecil kami, masjid Nurul Yaqin, kami bersujud berserah diri kepada sang Khalik.

Lima tahun sejak kepergiannya, lima tahun pula aku menunaikan ibadah puasa di kota lain, namun setiap memasuki bulan Ramadhan, kenangan indah di  masjid kecil itu selalu terputar di kepalaku.

Ayah, aku rindu akan lantunan ayat suci yang kau bacakan setiap kita usai sahur. aku rindu petuahmu, aku rindu bimbinganmu. Aku merindukan semua yang dulu selalu kutemukan didirimu. Dan bulan Ramadhan selalu membuat kerinduan ini lebih besar dari biasanya.

Marhaban ya Ramadhan

Selamat datang bulan nan suci

Keagunganmu mampu aku rasakan

Getarkan hatiku hingga di relung yang terdalam

Marhaban ya Ramadhan

Hadirmu selalu ku nanti

Kedatanganmu selalu kusambut

Damai, bahagia, apalagi kata yang mampu gambarkan rasa ini

Sukacitaku, kita dapat bertemu lagi

Sukacitaku, kita bersama lagi

Karena ku tahu

Hari2mu penuh pengampunan

Ibarat diri ini penuh debu dan kotoran

Jika aku mampu beribadah dengan baik

Makan akan terlahir fitrah, di ujung keberadaanmu

Marhaban ya Ramadhan

penyesan yang terdalam bagiku adalah…………..

Sunday, September 10th, 2006

(08/09/2006 11:31:04) penyesalan yang terdalam bagiku adalah mengenali dirimu

sahabatku, betapa aku terkejut demi membaca statusmu di list yahoo messengerku. kejadian itu memang sudah beberapa hari yang lalu, namun masih kepikiran olehku hingga saat ini karena sejak itu, kaupun telah berubah kepadaku.

sahabat, aku sadar aku bukan siapa2 yang bisa memenuhi segala harapanmu. aku manusia biasa yang telah sangat fasih berbuat salah. walau selama ini aku telah berusaha tuk tidak berbuat salah padamu. sahabat, sekarang telah terjadi. senyum yang dulu selalu kau berikan sekarang telah berganti garis lurus yang telah mengatupkan bibirmu. tangan yang dulu lincah mengetikkan kalimat yang menghubungkan kita kini telah terlipat rapat. aku kehilangan dirimu sahabatku. aku kehilangan tawamu, aku kehilangan senyummu. jika saja kau mau memberiku waktu, tuk menjelaskan semua ini.

jika saja kau mau memberiku waktu menelusuri semua ini. aku tau, ini terjadi karena permainan pihak ketiga. aku tau ada yang memakai idmu dan mungkin dia lain waktu dia memakai id ku kita sama2 tau ada pembajak id kan? lalu kenapa kau tidak memberiku waktu tuk membicarakan hal ini. sahabat mungkin kau telah terlanjur kecewa kepadaku. ya aku bisa maklum, walo jujur kuakui aku berat menerimanya. jangan pernah sesali perkenalan kita, sahabat, tapi sesalilah yang menimpa kita saat ini. sesalilah kesalahpahaman ini.

buat pembajak id, semoga anda sadar dan tidak melakukan hal ini kepada orang lain karena ini sangat merugikan. aku tau jati diri anda, tapi tidak perlu aku ungkap, aku berharap anda sadar sendiri. dan memohon juga kepada anda tuk mengembalikan sahabatku.

sahabat, aku menunggumu kembali seperti biasa, ketika senyum dan keceriaan milik kita bersama. aku masih mendengar lagu cinta milik crossbottom disini