jaM butuT

Jam detak jam yang terletak di meja toilet bergema jelas, memenuhi langit2 kamarku. sebelumnya jam itu duduk di dekat boneka pisang yg ga henti2nya smile ke arahku. tepat di deket kepala kalo aku berbaring. tapi karena detaknya itu yang entah kenapa terdengar jelas akhir2 ini, maka aku pindahin, agak jauh dari telingaku. hmm, ternyata masih juga terdengar.

sedikit kesal, kupandangi jam itu. ihh gemez ga mau diam dia. jarumnya ga peduli pada tatapanku, dia tetap bergerak, mengukur waktu. tek tek tek….. ichhhhh cuek banget dah.

jam butut itu, walo aku pandangi dengan kesal bahkan sinis, karena detaknya, tetap aja tak bergeming. tak henti dari tugasnya tuk mengukur waktu. ia tercipta tuk memberi panduan waktu pada manusia. tak peduli siang atau malam, dia tetap berdetak. jarumnya tak mengenal lelah. tidak ada kata istirahat baginya.

sesaat aku tresadar. ah jam bututku, maafkan aku. karena telah protes ama detakanmu. betapa tololnya aku. bagaimana engkau bisa menjalankan tugas tanpa detak itu.

seharusnya aku belajar dari jam itu yang tak perduli pada sekelilingnya demi menjalankan tugas. seharusnya aku tetap mencintai kekasihku, tanpa peduli ada yang setuju atau tidak. persetan dengan tatapan sinis dan kata2 yang menyakitkan. jika aku sayang dia, ya biarlah aku tetap sayang.

seperti jam butut itu, aku akan bersikap cuek juga. jam menjalankan tugasnya dengan baik, insya allah aku akan mencintainya dengan baik pula.

(wherever you are, i stil loving U - kamu pasti tau khan?! )

Leave a Reply