extrA sabaR
Hari ini hujan turun sejak pagi. Walo ga begitu deras, tapi ga pernah berhenti. Wuihh dingin banget. Jadinya susah kemana-mana. Terkurung di warnet neeh ceritanya. Tadinya dah mau pulang, meringkuk di balik selimut dalam kamarku nan hangat. Tapi begitu beranjak, hujan turun lagi, yaa, akhirnya disini aja. Duduk depan komputer, menatap monitor sementara pikiran mengembara kemana-mana.
Beragam kenangan melintas. Derai tawa beberapa waktu lalu, pun isak tangis dan tatap tak puas, karena merasa mendapat perlakuan tidak adil. Kecewa!!! Karena beberapa hal terjadi di luar keinginan, di luar dugaan, di luar prediksi.
Sakit, rasa itu kemudian menyusul. Kadang air mata menyempurnakannya. Keinginan lontarkan protes tak selamanya sukses. Bahkan kekecewaan itu telah membatu, berbentuk sebuah bongkah, bahkan mungkin tak cuma sebuah (kalaupun sebuah pasti udah gede ukurannya). Kendati demikian, bongkahan kekecewaan bukannya mengecil. Kemarin masih saja kecewa. Hari ini masih saja kecewa. Betapa semua ini telah menguras habis air mata.
Kukatupkan mata, menarik nafasku yang terasa berat. Seakan ada ribuan batu menindihnya. Sabar!!! Hanya dengan itu aku mampu lalui kekecewaan-kekecewaan yang bertubi-tubi. Bahkan hari ini bukan sekedar sabar yang harus aku tanamkan dalam diriku. Extra sabar!!! Ya aku harus extra sabar, menghadapi semua ini. Karena telah menjadi ketentuan hidup yang digariskan olehNya.
Tak perlu mencari kambing hitam atas sakit ini. Tak perlu menyalahkan siapa-siapa atas kecewa ini. Inilah yang terbaik buat aku. Sakit ini, kekecewaan ini bukanlah apa-apa jika aku menghadapinya dengan sabar. Dengan extra sabar.
