Archive for July, 2006

biker’S daY

Sunday, July 30th, 2006

Foto198

Penghujung juli, Minggu. Kota kecil ini rame banget. Ada beberapa perkumpulan sepeda motor yang datang. Watansoppeng yang biasanya tenang, tentaram, damai adil dan sejahtera (huehueheuehue) tiba2 bising, marak dengan aneka bunyi dan aneka bentuk motor yang bergantian lewat.

Karena letak simpul yang berdekatan dengan lapangan gasis, sebagai tempat kumpulnya para pendatang itu, otomatis aku bisa dengan mudah melihat semua kelompok yang datang. Dari kemarin, mulai berdatangan tuch, ampe malam. Acara yang diadakan oleh kksc ama shcc (pluss beberapa sponsor) itu bakal rame dech keknya, dan bakal jadi tontonan. Sepanjang ingatanku, selama 4 tahun di Soppeng (waduh, udah empat tahun aku disini ternyata), keknya baru sekarang dech ada yang kek gini. Hehehehhe, janjian dech ama temen bakal ke acara itu besok. Lagian kita juga dapat undangan dari panitia. Kebetulan ada anggota kksc yang berteman dengan kita, ;))

Minggu pagi, pukul 9 teng (ya hari inilah), udah di gasis, nonton. Wuih, keren banget. Bener dech banyak banget orang plus motor2 yang unik. Andev yang tadinya sakit, tetep aku jemput. Sayang banget dech kalo momen yang kek gini dibiarin lewat. Ya kudu poto2lah. Soalnya aku pikir, kapan lagi bisa dapat kesempatan kek gini. Ya sich denger2 bulan besok perkumpulan motor thunder soppeng bakal ngadain acara yang sama, tapi untung kalo saat itu aku  masih seger buger seperti sekarang, ya kan?!

Yach akhirnya, dibawah terik nan panas, kita pilih2 motor buat bergambar. Hasilnya, tuch di biker’s day, klik aja. Disana ada motor yang full sampah, ada yang panjangnya 3, 6 meter, trus banyak yang unik dech. Motor dengan drum ( jual minyak kali, huehueheue), trus motor butut tapi dah keliling nusantara. Sempat juga aku poto pake rompi yang penuh lambang. Ga ngerti aku apa sich maknanya. Seperti tanda pangkat juga gitu. Mungkin itu artinya jenderal skuter. Hehehehe, rompi itu milik Bang Yus, ketua perkumpulan skuter dari Barru. Tengkyu ya bang, baik banget ke kita dech.

jaM butuT

Monday, July 24th, 2006

Jam detak jam yang terletak di meja toilet bergema jelas, memenuhi langit2 kamarku. sebelumnya jam itu duduk di dekat boneka pisang yg ga henti2nya smile ke arahku. tepat di deket kepala kalo aku berbaring. tapi karena detaknya itu yang entah kenapa terdengar jelas akhir2 ini, maka aku pindahin, agak jauh dari telingaku. hmm, ternyata masih juga terdengar.

sedikit kesal, kupandangi jam itu. ihh gemez ga mau diam dia. jarumnya ga peduli pada tatapanku, dia tetap bergerak, mengukur waktu. tek tek tek….. ichhhhh cuek banget dah.

jam butut itu, walo aku pandangi dengan kesal bahkan sinis, karena detaknya, tetap aja tak bergeming. tak henti dari tugasnya tuk mengukur waktu. ia tercipta tuk memberi panduan waktu pada manusia. tak peduli siang atau malam, dia tetap berdetak. jarumnya tak mengenal lelah. tidak ada kata istirahat baginya.

sesaat aku tresadar. ah jam bututku, maafkan aku. karena telah protes ama detakanmu. betapa tololnya aku. bagaimana engkau bisa menjalankan tugas tanpa detak itu.

seharusnya aku belajar dari jam itu yang tak perduli pada sekelilingnya demi menjalankan tugas. seharusnya aku tetap mencintai kekasihku, tanpa peduli ada yang setuju atau tidak. persetan dengan tatapan sinis dan kata2 yang menyakitkan. jika aku sayang dia, ya biarlah aku tetap sayang.

seperti jam butut itu, aku akan bersikap cuek juga. jam menjalankan tugasnya dengan baik, insya allah aku akan mencintainya dengan baik pula.

(wherever you are, i stil loving U - kamu pasti tau khan?! )

extrA sabaR

Sunday, July 23rd, 2006

Asya3

Hari ini hujan turun sejak pagi. Walo ga begitu deras, tapi ga pernah berhenti. Wuihh dingin banget. Jadinya susah kemana-mana. Terkurung di warnet neeh ceritanya. Tadinya dah mau pulang, meringkuk di balik selimut dalam kamarku nan hangat. Tapi begitu beranjak, hujan turun lagi, yaa, akhirnya disini aja. Duduk depan komputer, menatap monitor sementara pikiran mengembara kemana-mana.

Beragam kenangan melintas. Derai tawa beberapa waktu lalu, pun isak tangis dan tatap tak puas, karena merasa mendapat perlakuan tidak adil. Kecewa!!! Karena beberapa hal terjadi di luar keinginan, di luar dugaan, di luar prediksi.

Sakit, rasa itu kemudian menyusul. Kadang air mata menyempurnakannya. Keinginan lontarkan protes tak selamanya sukses. Bahkan kekecewaan itu telah membatu, berbentuk sebuah bongkah, bahkan mungkin tak cuma sebuah (kalaupun sebuah pasti udah gede ukurannya). Kendati demikian, bongkahan kekecewaan bukannya mengecil. Kemarin masih saja kecewa. Hari ini masih saja kecewa. Betapa semua ini telah menguras habis air mata.

Kukatupkan mata, menarik nafasku yang terasa berat. Seakan ada ribuan batu menindihnya. Sabar!!! Hanya dengan itu aku mampu lalui kekecewaan-kekecewaan yang bertubi-tubi. Bahkan hari ini bukan sekedar sabar yang harus aku tanamkan dalam diriku. Extra sabar!!! Ya aku harus extra sabar, menghadapi semua ini. Karena telah menjadi ketentuan hidup yang digariskan olehNya.

Tak perlu mencari kambing hitam atas sakit ini. Tak perlu menyalahkan siapa-siapa atas kecewa ini. Inilah yang terbaik buat aku. Sakit ini, kekecewaan ini bukanlah apa-apa jika aku menghadapinya dengan sabar. Dengan extra sabar.

rituaL pagI

Friday, July 21st, 2006

Pagi………! Hmmm, lantunan ayat suci dari masjid depen rumahku membuatku terbangun, diiringi deringan weker yang memaksaku bangkit. Perasaan baru aja bobok, koq dah pagi lagi.

Beberapa ritual penting aku lakukan sebelum bener2 keluar dari balik selimut. Doa dan pengharapan yang aku bisikkan kepadaNya, gerakan2 ringan tuk melegakan persendian pluss senyum yang ga pernah lupa aku gariskan. Yap bangun tidur langsung smile hehehhe.

Smile

Dingin banget air di kran, saat aku basuh muka. Tapi yang namanya wudhu kudu dilakukan sebelum bersujud. Alhamdulillah, pagi ini ritual2 masih bisa aku lakukan sebelum ninggalin rumah. Sebelum menjelajahi dunia nyata dan dunia maya. (dunia akhirat nyusul).

Ritual!!, dengan itu aku mendekatkan diri padaNya, memohon sedikit ketegaran tuk menghadapi hari2ku yg minggu terakhir ini sangat bad. Teguran atau hukuman??? Apapun itu, aku tetap harus menjalaninya tanpa perlu mencari kambing hitam.

Kenapa? Mengapa? Tanya seperti itu tak perlu aku lontarkan. Semua ketentuan Allah bagiku, biarlah kujalani. Walo dengan langkah tersaruk, walau dengan hati tercabik. Tapi ku akan selalu gariskan sebuah senyum di pagi hariku.