Archive for September, 2005

senyum patah

Thursday, September 29th, 2005

dan lengkungan senyuman itu perlahan turun, membentuk garis lurus, mengatup rapat bibirnya yang tipis. semua kata yang tadinya ada di ujung lidah, kembali masuk, tertelan bersama ludah yang tiba2 terasa pahit.

Tuhan, itu akan terjadi jika aku bertemu dia dimanapun. setelah tawa dia bagikan awalnya, kini tersisa tangis. tapi  kami tak lagi bersama. kemarin kami tertawa bersama, ditaman yang kami rawat bersama.

kini,

aku menangis sendiri, di taman kami yang juga mulai sepi. bunga pun merunduk layu, karena tak lagi disambangi kumbang. (atau bunga turut berduka atas sedih yang aku rasakan? atau bunga tunjukkan solidaritasnya????)

biarlah bibir itu tetap terkatup. rapat dalam diamnya. kuburkan semua protes yang hendak terlontar. telah diterimanya semua. dengan  dada nan lapang. karena keyakinan pada Yang Maha.

semua yang kualami, yakin aku, adalah kehendakMU. maka aku rela, aku sabar. walau aku diinjaknya begitu rupa, dihinanya begitu nista, dilukainya begitu  parah. Yang Maha, kejadian ini, jika memang hukuman dariMu, semoga mengimpaskan semua dosa yang aku cipta. jika cobaan dariMu, semoga menyisakan ketegaran bagiku.

kucoba pahami, bahwa segala susah yang kualami, sesungguhnya adalah pelajaran berharga dariMu. ibarat sebuah tes bagiku. apakah aku benar telah bisa menjadi sabar atau sekedar ingin menjadi sabar???

Yang Maha, jangan henti ajarkan hamba tuk menjadi sabar. kumohon, jangan henti!

dan luka ini

Thursday, September 29th, 2005

dan luka ini lukaiku, dan luka ini sakitiku

dan luka ini ajarkanku, dan luka ini tegarkanku

yang Maha, melepas keinginan duniawi saat ini sungguh hamba belum sanggup. hamba ingin menjadi masnusia yang rela, melepas segala keinginan dunia. tuntunlah hamba kesana, wahai yang Maha.

keinginan duniawi, antarkan luka padadu

dan luka ini bukan apa2 lagi. walau telah lumuri hatiku dengan darahnya yang memerah, walau telah cabik hatiku dengan kuku tajamnya begitu rupa

luka ini padaku, luka ini bagiku, bukan apa2 lagi

ujung september

Thursday, September 29th, 2005

ujung september.

semua riak yang akhirnya jadi gelombang, hanyutkan diriku. samudera nan luas ini akan kah telan aku? tenggelamkan aku? karamkan aku?

tuhan dimana kau damparkan hamba, kelak? jika ini hukuman bagiku, kurela jalaninya. aku yakin Engkau bagikan kekuatan tak terhingga. jika ini cobaan tukku aku yakin kau bagikan kesabaran dan ketabahan.

Tuhan aku tidak takut, walau samudera akan menelanku. karena aku bersamaMu.