Insya Allah, bedug magrib nanti membawa kita memasuki bulan nan suci. Bulan yang penuh berkah, bulan yang paling dinantikan oleh umat Islam sedunia.
Bulan Ramadhan selalu pula menghadirkan kenanganku akan (almarhum) ayah. Walo beliau telah berpulang lima tahun yang lalu, namun kenangan akan dirinya selalu hadir.
Semasa hidupnya, ayah selalu mengimam-i aku bersama penduduk di lingkungan kami, melaksanakan sholat tarawih dan sholat lima waktu. Di masjid kecil kami, masjid Nurul Yaqin, kami bersujud berserah diri kepada sang Khalik.
Lima tahun sejak kepergiannya, lima tahun pula aku menunaikan ibadah puasa di kota lain, namun setiap memasuki bulan Ramadhan, kenangan indah di masjid kecil itu selalu terputar di kepalaku.
Ayah, aku rindu akan lantunan ayat suci yang kau bacakan setiap kita usai sahur. aku rindu petuahmu, aku rindu bimbinganmu. Aku merindukan semua yang dulu selalu kutemukan didirimu. Dan bulan Ramadhan selalu membuat kerinduan ini lebih besar dari biasanya.
Marhaban ya Ramadhan
Selamat datang bulan nan suci
Keagunganmu mampu aku rasakan
Getarkan hatiku hingga di relung yang terdalam
Marhaban ya Ramadhan
Hadirmu selalu ku nanti
Kedatanganmu selalu kusambut
Damai, bahagia, apalagi kata yang mampu gambarkan rasa ini
Sukacitaku, kita dapat bertemu lagi
Sukacitaku, kita bersama lagi
Karena ku tahu
Hari2mu penuh pengampunan
Ibarat diri ini penuh debu dan kotoran
Jika aku mampu beribadah dengan baik
Makan akan terlahir fitrah, di ujung keberadaanmu
Marhaban ya Ramadhan