ku ketuk pintumu

May 16th, 2007 by karebamadeceng

kuketuk pintumu, tadinya aku ingin memberi senyum, menanyakan kabar dan mengabarkan rinduku saat pintumu terbuka. namun sampai  ketukan yang kedua, pintu itu belum juga terbuka.

aku ingin melakukan ketukan yang ketiga, ketika tiba-tiba rasa ‘enggan’ batalkan gerakan tanganku. kalo memang kaupun rindu, pastilah pada ketukan pertamaku tadi kau buka pintu. atau adakah dirimu sibuk?

kutepis semua prasangka, dan juga tanya tentang ’siapa di balik pintumu’ hinggu kau tidak membukanya? aku menanti disini saja, menanti pintumu terbuka. aku tidak akan mengetuk lagi

kU kaN datanG

October 20th, 2006 by karebamadeceng

Sejuk udaramu godaku

Kala aku jogging di jalur dua

Dari simpang empat, berlari ke timur,

Menghirup udara pagi yang masih perawan

Memandang langit timur yang jingga

Embun, kicau burung,

Watampone pagi hari, aku rindu

Desaku yang kucinta, pujaan hatiku

Tempat ayah dan bunda dan handai taulanku

Tak mudah kulupakan, tak mudah bercerai

Selalu kurindukan, desaku yang permai

Uugghhh lagu itu yang bergema di hatiku. Yap, i miss Watampone. Tempat dimana aku terlahir, pertama kali menjejak bumi. Ada banyak kenangan di sana. Di rumah kecil kami. Ada ribuan teman dan sahabat disana.

Mata ini basah. Ketika kerinduan akan tanah itu merebak, aku tak pernah kuasa tuk menolak aliran air mataku. Watampone, i will coming!

marhabaN yA ramadhaN

September 22nd, 2006 by karebamadeceng

Insya Allah, bedug magrib nanti membawa kita memasuki bulan nan suci. Bulan yang penuh berkah, bulan yang paling dinantikan oleh umat Islam sedunia.

Bulan Ramadhan selalu pula menghadirkan kenanganku akan (almarhum) ayah. Walo beliau telah berpulang lima tahun yang lalu, namun kenangan akan dirinya selalu hadir.

Semasa hidupnya, ayah selalu mengimam-i aku bersama penduduk di lingkungan kami, melaksanakan sholat tarawih dan sholat lima waktu. Di masjid kecil kami, masjid Nurul Yaqin, kami bersujud berserah diri kepada sang Khalik.

Lima tahun sejak kepergiannya, lima tahun pula aku menunaikan ibadah puasa di kota lain, namun setiap memasuki bulan Ramadhan, kenangan indah di  masjid kecil itu selalu terputar di kepalaku.

Ayah, aku rindu akan lantunan ayat suci yang kau bacakan setiap kita usai sahur. aku rindu petuahmu, aku rindu bimbinganmu. Aku merindukan semua yang dulu selalu kutemukan didirimu. Dan bulan Ramadhan selalu membuat kerinduan ini lebih besar dari biasanya.

Marhaban ya Ramadhan

Selamat datang bulan nan suci

Keagunganmu mampu aku rasakan

Getarkan hatiku hingga di relung yang terdalam

Marhaban ya Ramadhan

Hadirmu selalu ku nanti

Kedatanganmu selalu kusambut

Damai, bahagia, apalagi kata yang mampu gambarkan rasa ini

Sukacitaku, kita dapat bertemu lagi

Sukacitaku, kita bersama lagi

Karena ku tahu

Hari2mu penuh pengampunan

Ibarat diri ini penuh debu dan kotoran

Jika aku mampu beribadah dengan baik

Makan akan terlahir fitrah, di ujung keberadaanmu

Marhaban ya Ramadhan

penyesan yang terdalam bagiku adalah…………..

September 10th, 2006 by karebamadeceng

(08/09/2006 11:31:04) penyesalan yang terdalam bagiku adalah mengenali dirimu

sahabatku, betapa aku terkejut demi membaca statusmu di list yahoo messengerku. kejadian itu memang sudah beberapa hari yang lalu, namun masih kepikiran olehku hingga saat ini karena sejak itu, kaupun telah berubah kepadaku.

sahabat, aku sadar aku bukan siapa2 yang bisa memenuhi segala harapanmu. aku manusia biasa yang telah sangat fasih berbuat salah. walau selama ini aku telah berusaha tuk tidak berbuat salah padamu. sahabat, sekarang telah terjadi. senyum yang dulu selalu kau berikan sekarang telah berganti garis lurus yang telah mengatupkan bibirmu. tangan yang dulu lincah mengetikkan kalimat yang menghubungkan kita kini telah terlipat rapat. aku kehilangan dirimu sahabatku. aku kehilangan tawamu, aku kehilangan senyummu. jika saja kau mau memberiku waktu, tuk menjelaskan semua ini.

jika saja kau mau memberiku waktu menelusuri semua ini. aku tau, ini terjadi karena permainan pihak ketiga. aku tau ada yang memakai idmu dan mungkin dia lain waktu dia memakai id ku kita sama2 tau ada pembajak id kan? lalu kenapa kau tidak memberiku waktu tuk membicarakan hal ini. sahabat mungkin kau telah terlanjur kecewa kepadaku. ya aku bisa maklum, walo jujur kuakui aku berat menerimanya. jangan pernah sesali perkenalan kita, sahabat, tapi sesalilah yang menimpa kita saat ini. sesalilah kesalahpahaman ini.

buat pembajak id, semoga anda sadar dan tidak melakukan hal ini kepada orang lain karena ini sangat merugikan. aku tau jati diri anda, tapi tidak perlu aku ungkap, aku berharap anda sadar sendiri. dan memohon juga kepada anda tuk mengembalikan sahabatku.

sahabat, aku menunggumu kembali seperti biasa, ketika senyum dan keceriaan milik kita bersama. aku masih mendengar lagu cinta milik crossbottom disini

maaG

August 19th, 2006 by karebamadeceng

humm, sakit yang terasa dari jam tiga sore masih juga menyiksa. duch malah sekarang makin perih. kalo udah gini, jadi sadar dech. ga lagi telat makan, ga lagi makan yang pedes2. ga lagi ini, ga lagi itu.

heran juga, penyakit ini suka banget ma aku. dari smp udah ngendon . huh padahal aku ga pernah perlakuin dia dengan baik, ko  malah kerasan.

humm untungnya besok hari minggu. ya dech, besok aku mau istirahat aja dulu. ga kemana-mana seperti hari-hari minggu yang lalu. aku mau stay at home dulu. mau tiduran ampe jam 10, mau mandi jam 11, trus makan siang, trus tiduran lagi. huehuehue nikmatnya. semoga perih ini ga terasa lagi besok, supaya istirahatnya benar2 terasa. aku pengen nikmatin tiduran, malas2an tanpa rasa sakit. hehehhe, maunya.

uhg mungkin juga ini gara-gara malam lalu aku keluar lagi. padahal aku kan rentan udara malam, eh malah nekat ke lapangan terbuka, nonton acara 17-an. huehuehueheu ga tau kena angin apa mau2nya nonton malam kesenian yang jauh dari simpul. padahal malam kesenian di depan simpul ga pernah tertarik nonton. bahkan waktu artis kdi manggung di gasis, waktu terjadi lautan manusia, aku tetep aja anteng di depan monitor. ta’ tergoda

oh iyah, kemarin emang kebanyakan jalan. sorenya renang, malamnya nonton, trus makan??? karena kecapean, ga makan malam. langsung sleep. keknya inilah hasilnya. tobatttttttttttttttttttttt.

biker’S daY

July 30th, 2006 by karebamadeceng

Foto198

Penghujung juli, Minggu. Kota kecil ini rame banget. Ada beberapa perkumpulan sepeda motor yang datang. Watansoppeng yang biasanya tenang, tentaram, damai adil dan sejahtera (huehueheuehue) tiba2 bising, marak dengan aneka bunyi dan aneka bentuk motor yang bergantian lewat.

Karena letak simpul yang berdekatan dengan lapangan gasis, sebagai tempat kumpulnya para pendatang itu, otomatis aku bisa dengan mudah melihat semua kelompok yang datang. Dari kemarin, mulai berdatangan tuch, ampe malam. Acara yang diadakan oleh kksc ama shcc (pluss beberapa sponsor) itu bakal rame dech keknya, dan bakal jadi tontonan. Sepanjang ingatanku, selama 4 tahun di Soppeng (waduh, udah empat tahun aku disini ternyata), keknya baru sekarang dech ada yang kek gini. Hehehehhe, janjian dech ama temen bakal ke acara itu besok. Lagian kita juga dapat undangan dari panitia. Kebetulan ada anggota kksc yang berteman dengan kita, ;))

Minggu pagi, pukul 9 teng (ya hari inilah), udah di gasis, nonton. Wuih, keren banget. Bener dech banyak banget orang plus motor2 yang unik. Andev yang tadinya sakit, tetep aku jemput. Sayang banget dech kalo momen yang kek gini dibiarin lewat. Ya kudu poto2lah. Soalnya aku pikir, kapan lagi bisa dapat kesempatan kek gini. Ya sich denger2 bulan besok perkumpulan motor thunder soppeng bakal ngadain acara yang sama, tapi untung kalo saat itu aku  masih seger buger seperti sekarang, ya kan?!

Yach akhirnya, dibawah terik nan panas, kita pilih2 motor buat bergambar. Hasilnya, tuch di biker’s day, klik aja. Disana ada motor yang full sampah, ada yang panjangnya 3, 6 meter, trus banyak yang unik dech. Motor dengan drum ( jual minyak kali, huehueheue), trus motor butut tapi dah keliling nusantara. Sempat juga aku poto pake rompi yang penuh lambang. Ga ngerti aku apa sich maknanya. Seperti tanda pangkat juga gitu. Mungkin itu artinya jenderal skuter. Hehehehe, rompi itu milik Bang Yus, ketua perkumpulan skuter dari Barru. Tengkyu ya bang, baik banget ke kita dech.

jaM butuT

July 24th, 2006 by karebamadeceng

Jam detak jam yang terletak di meja toilet bergema jelas, memenuhi langit2 kamarku. sebelumnya jam itu duduk di dekat boneka pisang yg ga henti2nya smile ke arahku. tepat di deket kepala kalo aku berbaring. tapi karena detaknya itu yang entah kenapa terdengar jelas akhir2 ini, maka aku pindahin, agak jauh dari telingaku. hmm, ternyata masih juga terdengar.

sedikit kesal, kupandangi jam itu. ihh gemez ga mau diam dia. jarumnya ga peduli pada tatapanku, dia tetap bergerak, mengukur waktu. tek tek tek….. ichhhhh cuek banget dah.

jam butut itu, walo aku pandangi dengan kesal bahkan sinis, karena detaknya, tetap aja tak bergeming. tak henti dari tugasnya tuk mengukur waktu. ia tercipta tuk memberi panduan waktu pada manusia. tak peduli siang atau malam, dia tetap berdetak. jarumnya tak mengenal lelah. tidak ada kata istirahat baginya.

sesaat aku tresadar. ah jam bututku, maafkan aku. karena telah protes ama detakanmu. betapa tololnya aku. bagaimana engkau bisa menjalankan tugas tanpa detak itu.

seharusnya aku belajar dari jam itu yang tak perduli pada sekelilingnya demi menjalankan tugas. seharusnya aku tetap mencintai kekasihku, tanpa peduli ada yang setuju atau tidak. persetan dengan tatapan sinis dan kata2 yang menyakitkan. jika aku sayang dia, ya biarlah aku tetap sayang.

seperti jam butut itu, aku akan bersikap cuek juga. jam menjalankan tugasnya dengan baik, insya allah aku akan mencintainya dengan baik pula.

(wherever you are, i stil loving U - kamu pasti tau khan?! )

extrA sabaR

July 23rd, 2006 by karebamadeceng

Asya3

Hari ini hujan turun sejak pagi. Walo ga begitu deras, tapi ga pernah berhenti. Wuihh dingin banget. Jadinya susah kemana-mana. Terkurung di warnet neeh ceritanya. Tadinya dah mau pulang, meringkuk di balik selimut dalam kamarku nan hangat. Tapi begitu beranjak, hujan turun lagi, yaa, akhirnya disini aja. Duduk depan komputer, menatap monitor sementara pikiran mengembara kemana-mana.

Beragam kenangan melintas. Derai tawa beberapa waktu lalu, pun isak tangis dan tatap tak puas, karena merasa mendapat perlakuan tidak adil. Kecewa!!! Karena beberapa hal terjadi di luar keinginan, di luar dugaan, di luar prediksi.

Sakit, rasa itu kemudian menyusul. Kadang air mata menyempurnakannya. Keinginan lontarkan protes tak selamanya sukses. Bahkan kekecewaan itu telah membatu, berbentuk sebuah bongkah, bahkan mungkin tak cuma sebuah (kalaupun sebuah pasti udah gede ukurannya). Kendati demikian, bongkahan kekecewaan bukannya mengecil. Kemarin masih saja kecewa. Hari ini masih saja kecewa. Betapa semua ini telah menguras habis air mata.

Kukatupkan mata, menarik nafasku yang terasa berat. Seakan ada ribuan batu menindihnya. Sabar!!! Hanya dengan itu aku mampu lalui kekecewaan-kekecewaan yang bertubi-tubi. Bahkan hari ini bukan sekedar sabar yang harus aku tanamkan dalam diriku. Extra sabar!!! Ya aku harus extra sabar, menghadapi semua ini. Karena telah menjadi ketentuan hidup yang digariskan olehNya.

Tak perlu mencari kambing hitam atas sakit ini. Tak perlu menyalahkan siapa-siapa atas kecewa ini. Inilah yang terbaik buat aku. Sakit ini, kekecewaan ini bukanlah apa-apa jika aku menghadapinya dengan sabar. Dengan extra sabar.

rituaL pagI

July 21st, 2006 by karebamadeceng

Pagi………! Hmmm, lantunan ayat suci dari masjid depen rumahku membuatku terbangun, diiringi deringan weker yang memaksaku bangkit. Perasaan baru aja bobok, koq dah pagi lagi.

Beberapa ritual penting aku lakukan sebelum bener2 keluar dari balik selimut. Doa dan pengharapan yang aku bisikkan kepadaNya, gerakan2 ringan tuk melegakan persendian pluss senyum yang ga pernah lupa aku gariskan. Yap bangun tidur langsung smile hehehhe.

Smile

Dingin banget air di kran, saat aku basuh muka. Tapi yang namanya wudhu kudu dilakukan sebelum bersujud. Alhamdulillah, pagi ini ritual2 masih bisa aku lakukan sebelum ninggalin rumah. Sebelum menjelajahi dunia nyata dan dunia maya. (dunia akhirat nyusul).

Ritual!!, dengan itu aku mendekatkan diri padaNya, memohon sedikit ketegaran tuk menghadapi hari2ku yg minggu terakhir ini sangat bad. Teguran atau hukuman??? Apapun itu, aku tetap harus menjalaninya tanpa perlu mencari kambing hitam.

Kenapa? Mengapa? Tanya seperti itu tak perlu aku lontarkan. Semua ketentuan Allah bagiku, biarlah kujalani. Walo dengan langkah tersaruk, walau dengan hati tercabik. Tapi ku akan selalu gariskan sebuah senyum di pagi hariku.

senyum patah

September 29th, 2005 by karebamadeceng

dan lengkungan senyuman itu perlahan turun, membentuk garis lurus, mengatup rapat bibirnya yang tipis. semua kata yang tadinya ada di ujung lidah, kembali masuk, tertelan bersama ludah yang tiba2 terasa pahit.

Tuhan, itu akan terjadi jika aku bertemu dia dimanapun. setelah tawa dia bagikan awalnya, kini tersisa tangis. tapi  kami tak lagi bersama. kemarin kami tertawa bersama, ditaman yang kami rawat bersama.

kini,

aku menangis sendiri, di taman kami yang juga mulai sepi. bunga pun merunduk layu, karena tak lagi disambangi kumbang. (atau bunga turut berduka atas sedih yang aku rasakan? atau bunga tunjukkan solidaritasnya????)

biarlah bibir itu tetap terkatup. rapat dalam diamnya. kuburkan semua protes yang hendak terlontar. telah diterimanya semua. dengan  dada nan lapang. karena keyakinan pada Yang Maha.

semua yang kualami, yakin aku, adalah kehendakMU. maka aku rela, aku sabar. walau aku diinjaknya begitu rupa, dihinanya begitu nista, dilukainya begitu  parah. Yang Maha, kejadian ini, jika memang hukuman dariMu, semoga mengimpaskan semua dosa yang aku cipta. jika cobaan dariMu, semoga menyisakan ketegaran bagiku.

kucoba pahami, bahwa segala susah yang kualami, sesungguhnya adalah pelajaran berharga dariMu. ibarat sebuah tes bagiku. apakah aku benar telah bisa menjadi sabar atau sekedar ingin menjadi sabar???

Yang Maha, jangan henti ajarkan hamba tuk menjadi sabar. kumohon, jangan henti!